Belakangan ini (atau mungkin sudah semenjak 2015-2016) mulai bermunculan serial anime yang banyak penghuni internet atau para otaku sebut sebagai "anime sampah". Biasanya, anime-anime ini dicirikan dengan alur cerita yang sangat template sehingga orang-orang sudah tahu arahnya kemana. Bukan hanya alur cerita, tapi juga mulai dari urutan kejadian, komposisi tokoh di dalamnya, hingga karakteristik dari para tokoh dan latar cerita.
Sabtu, 03 Januari 2026
Senin, 08 Desember 2025
Setelah 6 Minggu Menjadi Pengguna Metro Jabar Trans
Mungkin tidak banyak orang mengetahui (atau bahkan orang Bandung sendiri) bahwa di Bandung terdapat suatu layanan BRT—walaupun sebenarnya kurang cocok dengan deskripsi BRT itu sendiri—yang melayani Kota Bandung dan sekitarnya. Sebenarnya wajar saja bila tidak banyak yang mengetahui, karena walaupun layananan ini dicanangkan sebagai “layanan BRT Bandung Raya”, tidak seluruh wilayah Bandung Raya terakomodir dengan koridor dari layanan bus ini.
Kamis, 09 Januari 2025
Permohonan Maaf
Halo pengunjung blog ini (kalo ada)!
Gimana kabar kalian? Aku harap semua dalam keadaan baik dan sehat selalu. Bagi kalian yang mengikuti serial Anak SMA dan Rahasianya di blog ini, mohon maaf karena tulisan kali ini bukan update untuk chapter ke 5 hehe. Lalu, ada perihal apa nih sampai muncul postingan baru?
Selasa, 20 Agustus 2024
Gadis SMA dan Rahasianya - Chapter 4
Pernahkan kalian merasa ketika melihat seseorang,
seakan orang itu tidak dapat didekati? Atau mungkin, lebih tepatnya merasa
bahwa diri ini tidak pantas untuk berada di dekatnya?
Pemandangannya yang duduk sendiri di kelas, membaca
buku, memakan bekalnya, seakan menjadi pemandangan mahal dan mewah, dimana kami
para teman sekelasnya tidak berani menghampirinya. Bukan, kami tidak bermaksud
untuk menjauhinya atau benci kepadanya, melainkan kami selalu bertanya kepada
diri sendiri, “pantaskah aku berbicara kepadanya?”
Mungkin bila kita mengacu kepada literatur populer, mereka menyebutnya sebagai primadona. Bahkan dilingkungan murid perempuan, hanya perempuan-perempuan ‘kasta atas’ yang dapat menjadi teman mengobrolnya. Bagaimana dengan murid laki-laki? Berharap dapat menjadi teman mengobrolnya tidak jauh berbeda dengan bermimpi di siang bolong.
Jumat, 19 Juli 2024
Gadis SMA dan Rahaisanya - Chapter 3
Banyak sekali orang yang tidak siap dan tidak berani untuk dihadapkan dengan masa lalunya. Tidak, bertemu masa lalu bukan berarti pergi ke masa lalu seperti yang ada di karya fiksi, melainkan ketika kita melihat gambaran diri kita di masa lalu muncul pada diri seseorang. Ketika orang tersebut, entah mengapa terlihat seperti diri kita dulu—mau itu buruk atau baik.
Rabu, 19 Juni 2024
Gadis SMA dan Rahasianya - Chapter 2
Bel kelas berdering.
Sinar matahari senja yang masuk melewati jendela kelas menandakan bahwa hari sudah sore dan sekolah telah usai.
Di saat siswa lain sudah beranjak pulang bersama teman-temannya, gadis itu masih sibuk membereskan lembaran-lembaran kertas yang ada di atas meja. Satu persatu lembar hasil ujian itu ia masukkan secara perlahan ke dalam tas.
100, 95, 98...
Pada lembaran kertas itu, terlihat bahwa nilai yang didapatkan gadis itu semuanya hampir sempurna.
Hehe, aku tidak sabar memperlihatkan nilai ini kepada Om.
Ia tersenyum senang, tidak sabar akan waktu bertemu dengan pria yang usianya lebih tua itu di stasiun kereta nanti malam.
Selasa, 18 Juni 2024
Life's Update
Halo semuanya! Entah kapan terakhir kali gua nulis beberapa hal terkait life’s update di blog ini. Kalau enggak salah, terakhir itu pas gua mau melakukan ujian masuk kampus untuk kedua kalinya (baca: gap year). Di dalam tulisan itu, gua inget banyak sekali hal yang gua anggap sebagai penyesalan dan penebusan dosa atas masa lalu. Nah, kebetulan sudah dua tahun berlalu semenjak itu, tentu saja harusnya banyak sekali hal yang berubah, dong.
Sabtu, 18 Mei 2024
Gadis SMA dan Rahasianya - Chapter 1
Jam menunjukkan pukul 11 malam lebih 20 menit. Suasana Stasiun Manggarai yang terkenal selalu ramai karena stasiun transit terlihat cukup sepi. Bila biasanya di jam berangkat kerja ataupun tengah hari selalu terlihat hiruk pikuk manusia yang bergegas mencari kereta sambungan, saat ini suasananya tidak jauh berbeda dengan stasiun-stasiun kosong lainnya.
Memang cukup mengesalkan fakta bahwa aku ada di sini dan harus merasakan kekosongan Manggarai. Bukannya aku tidak mensyukuri stasiun yang kosong dan tidak perlu bersinggungan dengan banyak orang, tapi biasanya kereta jam segini muncul hanya satu jam sekali.
Rabu, 08 Mei 2024
Kesulitan dalam Menulis Karakter SMA
Mungkin aku akan berbagi sedikit apa yang aku temui ketika mencoba untuk menulis karakter seorang anak SMA di dalam cerita. Sedikit latar belakang, belakangan ini aku memang mencoba untuk kembali ulai menulis cerita. Ya, cerita-cerita pendek sih bukan cerita yang berat yang akan dijadikan serial panjang.
Nah, dalam cerita ini, bisa dibilang akan ada interaksi yang cukup dalam antara karakter utama dan seorang anak SMA. Tentu untuk membuat bentuk dialog yang natural dan memberikan kesan bahwa dia adalah benar anak SMA, aku berusaha untuk sedikit riset mengenai penggambaran anak SMA di dalam karya fiksi.
Memang sih aku pernah SMA, tapi tentu saja kalau kita ingin memasukkan karakter anak SMA ini ke dalam novel, maka perlu dilakukan beberapa penyesuaian. Nah, ketemu lah aku dengan salah satu novel referensi judulnya “Gimai Seikatsu” atau “Days with My Stepsister”.
Awalnya aku kira buku ini akan jadi referensi yang bagus untuk menulis karakter SMA. Tapi betapa salahnya aku berpikir kayak gitu. Mungkin karena perbedaan budaya antara Jepang dan Indonesia, jadi ada beberapa hal yang sekiranya akan sulit diterapkan ke dalam novel ku. Dan yang terlebih cukup memberatkan adalah PENULISAN KARAKTER SMA ITU RIBET BANGET. Maksudku, kayak isi pikiran mereka itu terlalu overthink terhadap sesuatu yang sebenernya ga perlu terlalu dipikirikan.
Kalau ingin coba untuk dijabarkan, bisa dibilang begini. Apa yang biasanya kita pikir dalam suatu kondisi A >> B, nyatanya bila kita ingin menulis dalam novel dan memberikan panggung kepada karakter SMA, maka dia bisa ditulis menjadi A >> C >> D >> B. Intinya akan lebih banyak turn around.
Walaupun ribet dan aneh seperti itu, ternyata alur berpikirnya sengaja dibuat seribet itu karena nantinya biasanya akan ada karakter orang dewasa yang akan mentralisir pikiran seperti itu. Karakter orang dewasa ini akan menjadi seperti high pass filter/low pass filter dimana dia akan merapihkan pola pikir karakter SMA yang mungkin terlalu belibet.
Kesimpulannya, dapat dikatakan bahwa memang seninya ada di penulisan pikiran anak SMA dan cara bagaimana orang dewasa disekitarnya akan menangani pikiran tersebut.
Kamis, 23 Maret 2023
Menonton Kotonoha No Niwa Dua Kali
Jadi apa yang mau gw bahas di sini? Gw mau sedikit ngebahas tentang pengalaman gw yang menonton anime ini sebanyak dua kali. Ya, hanya dua kali. Apa sih yang spesial dari ngulang anime ini (rewatch) sebanyak dua kali? Orang lain bukannya biasa ngelakuin hal itu juga ya?
Memang gw menonton ini hanya dua kali. Tapi, yang membuat rewatch kedua kali ini berbeda adalah jarak waktu antara saat pertama dan kedua kalinya gw menonton anime ini. Gw pertama kali nonton anime ini ketika masih SMP (sekitar 2014). Dan untuk kedua kalinya gw menonton anime ini pada tahun ini (2023). Dan entah kenapa, ketika gw menonton ulang anime ini, rasanya gww menonton sebuah anime berbeda dari yang pertama kali gw tonton.
Apa yang berbeda? Pertama-tama, akan coba gw jelaskan gimana cerita di anime ini berjalan. Cerita di anime ini berfokus kepada seorang anak SMA yang bernama Akizuki. Ia memiliki mimpi untuk jadi seorang pembuat sepatu. Kenapa ia memiliki mimpi seperti itu? Itu karena ia merasa tidak puas dengan kehidupannya yang sekarang—atau lebih tepatnya ingin segera keluar dari dunia 'remaja'nya. Ibu yang kabur dari rumah, kakak yang memiliki kehidupan sendiri diluar rumah, dan juga beban finansial yang ia tanggung, memaksa Akizuki untuk menjadi dewasa duluan dibandingkan dengan usianya. Ketika teman-teman seusianya berlibur di musim panas, ia memilih untuk menghabiskan waktunya bekerja paruh waktu. Ketika teman-teman seusianya bermain di waktu luang mereka, ia memilih untuk mengasah kemampuannya membuat sepatu. Seperti itulah kira-kira kehidupan yang dijalani Akizuki. Tapi, itu semua berubah ketika ia bertemu dengan seorang wanita berusia 27 tahun bernama Yukino di sebuah taman ketika sedang hujan.
Ketika anime ini memfokuskan ceritanya ke arah kehidupan dari wanita ini, kita akan melihat betapa kontrasnya kehidupan seorang wanita dewasa dengan seorang anak SMA, walaupun keduanya memiliki tema/tujuan yang sama—keluar dari kondisi mereka saat itu.
Pertama kali gw menonton anime ini, gw sangat fokus dan teralu sympathize dengan kehidupan Akizuki yang berusaha menjadi dewasa dengan melakukan hal yang dilakukan orang dewasa, bekerja. Bukan kesombongan dirinya yang membuat ia ingin bertingkah laku layaknya orang dewasa, tapi kondisi keluarganya yang memaksanya begitu. Dan gw sangat kesal ketika sampai di ending dari film iini yaitu ketika Yukino secara implisit mengatakan bahwa: "Ya, Akizuki tetaplah hanya seorang anak-anak".
Tapi sekarang entah kenapa, gw bisa menjadi lebih sympathize dengan kehidupan personal Yukino. Kenapa ia berpikir bahwa Akizuki masihlah kekanak-kanakan terlepas dari apa yang sudah ia lakukan sendiri. Karena, Yukino sendiri merasa bahwa dirinya yang saat ini 27 tahun tidak lebih baik dari dirinya ketika seusia Akizuki (15 tahun). Kenapa ia seperti itu? Kehidupannya yang rusak yang membuatnya tidak dapat datang ke pekerjaannya. Hubungan asramanya yang juga tidak jelas. Dan juga dirinya sendiri yang tidak melakukan usaha apapun untuk mengubah semua itu.
Ketika gw mengetahui semua hal itu, gw menjadi lebih menerima dan merasa bahwa ya memang endingnya harus seperti itu. Apa yang dikatakan oleh Yukino di akhir film, dan bagaimana respon Akizuki yang memang menunjukkan sifat kekanak-kanakannya. Gw merasa bahwa, sudah cukup dengan ending seperti itu. Anime ini memang harus berakhir seperti itu.
Yak sekian.
Rabu, 01 Februari 2023
Ardi - Chapter 3
{Dungeon Pertama}
“Tidak, ini bukan pertama kalinya aku mengikuti <Tutorial>.”
Dugaan Ardi benar. Bagi Slum, <Tutorial> sekarang bukanlah pertama baginya. Lalu Ardi menjadi penasaran, apakah berarti sebelumnya sudah pernah ada <Tutorial> di sekitar sini?
“Apakah itu artinya sebelum ini sudah pernah ada <Tutorial>?”
“Tidak, <Tutorial> yang diadakan di tempat ini adalah yang pertama di Kota Bandung. Atau bahkan di seluruh Indonesia.”
“Lalu, apa maksudmu…”
Kalau memang <Tutorial> yang diadakan di kampusku adalah <Tutorial> pertama, lalu bagaimana dia bisa sudah pernah mengikuti <Tutorial> sebelumnya? Ini tidak masuk akal. Begitu pikir Ardi.
Ardi berusaha keras memutar otaknya untuk memahami apa yang dikatakan Slum. Tapi, belum sempat ia menemukan jawabannya, Slum segera memberitahu apa yang sebenarnya terjadi.
“Aku datang dari masa depan.”
Catatan Pribadi Tentang Expectation Gap Seorang Mahasiswa Baru
Sebelum masuk ke inti tulisan ini, saya hanya ingin menyatakan bahwa saya tidak akan fokus tentang hal-hal seperti pemahaman atau pandangan ...
-
Belakangan ini (atau mungkin sudah semenjak 2015-2016) mulai bermunculan serial anime yang banyak penghuni internet atau para otaku sebut se...
-
Logo proyek BRT Cekungan Bandung. Pendahuluan Kondisi Kota Bandung sebagai salah satu kota besar yang paling dekat dengan DKI Jakarta sebena...