Selasa, 20 Agustus 2024

Gadis SMA dan Rahasianya - Chapter 4

Pernahkan kalian merasa ketika melihat seseorang, seakan orang itu tidak dapat didekati? Atau mungkin, lebih tepatnya merasa bahwa diri ini tidak pantas untuk berada di dekatnya?

Pemandangannya yang duduk sendiri di kelas, membaca buku, memakan bekalnya, seakan menjadi pemandangan mahal dan mewah, dimana kami para teman sekelasnya tidak berani menghampirinya. Bukan, kami tidak bermaksud untuk menjauhinya atau benci kepadanya, melainkan kami selalu bertanya kepada diri sendiri, “pantaskah aku berbicara kepadanya?”

Mungkin bila kita mengacu kepada literatur populer, mereka menyebutnya sebagai primadona. Bahkan dilingkungan murid perempuan, hanya perempuan-perempuan ‘kasta atas’ yang dapat menjadi teman mengobrolnya. Bagaimana dengan murid laki-laki? Berharap dapat menjadi teman mengobrolnya tidak jauh berbeda dengan bermimpi di siang bolong.

Catatan Pribadi Tentang Expectation Gap Seorang Mahasiswa Baru

Sebelum masuk ke inti tulisan ini, saya hanya ingin menyatakan bahwa saya tidak akan fokus tentang hal-hal seperti pemahaman atau pandangan ...