Halo pengunjung blog ini (kalo ada)!
Gimana kabar kalian? Aku harap semua dalam keadaan baik dan sehat selalu. Bagi kalian yang mengikuti serial Anak SMA dan Rahasianya di blog ini, mohon maaf karena tulisan kali ini bukan update untuk chapter ke 5 hehe. Lalu, ada perihal apa nih sampai muncul postingan baru?
Sebenarnya, di tulisan kali ini
akan mirip dengan tulisan “Life Update” sebelumnya, walaupun isi nya mayoritas
adalah permohonan maaf karena sudah lama tidak ada update dari serial Anak SMA dan
Rahasianya.
Oke, kita masuk ke yang pertama. Permohonan
maaf secara resmi (biar keren kayak press conference gitu hehe). Aku
minta maaf sebesar-besarnya karena tiba-tiba berhenti update chapter baru. Sebenarnya
banyak sekali alasan yang bisa aku buat, tapi alasan terbesarnya adalah karena
semester ini kuliahku benar-benar kacau. Kacau di sini bukan hanya merujuk
kepada beban tugasnya saja, tetapi juga tingkat kesulitan yang didapat (nanti
akan kuceritakan di paragraf-paragraf berikutnya). Intinya, aku benar-benar
minta maaf karena tiba-tiba menjadi tidak konsisten. Ditambah, aku juga tidak
memberikan kabar apa-apa.
Sebenarnya, aku sempat berpikir
untuk membuat pengumuman hiatus sementara (anjay, jadi kayak artist-artist
gitu loh). Waktu itu, salah satu temanku menyarankan agar aku selalu
mengupdate webnovel ini sebulan sekali, dan alhamdulillah aku mampu melakukan
itu sampai bulan keempat (chapter 4). Namun, karena setelah itu aku sudah harus
masuk kuliah lagi—dan tentunya lupa untuk menulis kembali—temanku menyarankan
agar aku mengumumkan hiatus satu bulan atau semacamnya.
Tapi ya, kuliah sekacau itu
sampai-sampai aku saja lupa akan saran temanku. Maksudku, tingkat kesulitan di
jurusanku ini—terutama mata kuliah yang aku ambil—benar-benar sulit untuk
dinalar. Biarkan aku memberikan satu contoh mata kuliah: Mekanika Kuantum. Wah,
dari namanya saja sudah terdengar seperti suatu hal yang orang normal
tidak mungkin atau tidak punya waktu untuk mempelajarinya. Kalau aku boleh
berikan sedikit ringkasan tentang apa yang dipelajari, intinya mata kuliah ini
mempelajari bagaimana cara menebak apakah sesuatu itu ada atau tidak. “Maksudnya
bagaimana?” Diam, aku juga tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya kepada
banyak orang. Singkatnya, itu adalah ilmu ghaib dalam sains.
Sudahlah, aku tidak ingin terlalu
banyak membahas hal menakutkan tersebut karena sekarang—waktu penulisan—sudah dipenghujung
semester. Yep, bagi kalian yang penasaran, memang benar aku menulis
tulisan ini ditengah-tengah periode ujian akhir semester. Adalah benar bila ada
yang berkata aku terlalu nekat, bukannya belajar tetapi malah menulis tulisan
ini.
Kau tahu apa? Aku tidak peduli. Asalkan
kalian tahu, di hari aku menulis tulisan ini, waktu ujian ku adalah dari pukul
12.30 hingga 15.30, dan ujian di esok hari dimulai dari pukul 7 pagi. Benar,
kau tidak salah baca. Artinya, aku hanya memiliki waktu jeda sekitar 15.5 jam
untuk belajar. Mungkin diantara kalian akan ada yang berkata, “Ah, itu mah
masih lama dong, kan masih di atas 12 jam.” Aku hanya bisa berkata, dikatakan
salah juga tidak benar, dikatakan benar juga tidak salah. Namun, kalian
harus tahu sesuatu. Kemarin aku baru saja melakukan rutinitas lari ku yang
biasa kulakukan 3 kali seminggu dengan jarak 10 KM. Jujur bagiku hal tersebut
biasanya tidak memberatkan atau semacamnya. Sayangnya, kali ini aku melakukan kesalahan
berpikir dalam menentukan rute lari. Apabila pada biasanya aku berlari melewati
tengah kota, dimana kontur jalanannya cukup datar, kali ini aku memilih rute
melewati rute dengan elevasi 111 meter. Padahal, esok harinya (hari aku menulis
tulisan ini) aku ada ujian yang harus dilakukan. Otomatis waktu tidur ku
terpotong dan durasi tubuhku melakukan recovery pun berkurang. Alhasil,
hari ini betisku agak sakit untuk digerakkan.
Lalu, bagaimana dengan malam hari
ini? Sebenarnya aku bisa saja bergadang sampai besok pagi dan langsung ujian. Tapi,
terakhir kali aku melakukan hal tersebut, hasilnya malah semakin buruk. Aku juga
bisa saja belajar hingga tengah malam. Akan tetapi, akan muncul resiko besok
pagi aku bangun kesiangan. Apakah kalian pernah mendengar five states of grief?
Bisa dikatakan, setelah melihat kondisiku saat ini, aku sudah ada di tahap acceptance.
Terserah kalian ingin beranggapan seperti apa, tapi inilah yang sudah terjadi.
Akhir kata, aku hanya ingin
memberitahu kalian bahwa tenang saja. Serial Anak SMA dan Rahasianya masih akan
tetap kulanjutkan, dan rencanaku adalah kembali update secara reguler pada
liburan semester kali ini. “Lah tapi kan libur semesternya cuman satu bulan?”
Hehe.
Intinya, aku berterima kasih bagi
siapapun kalian yang secara sadar maupun tidak membuka blog ini dan membaca
tulisan ini, atau bahkan sudah mengikuti serial Anak SMA dan Rahasianya dari
awal. Ingatlah, tanpa pembaca, suatu cerita hanya akan menjadi kumpulan huruf dan
kata yang tidak bermakna. Sampai bertemu di tulisan selanjutnya.
Adieu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar