Kamis, 09 Januari 2025

Permohonan Maaf

 Halo pengunjung blog ini (kalo ada)!

Gimana kabar kalian? Aku harap semua dalam keadaan baik dan sehat selalu. Bagi kalian yang mengikuti serial Anak SMA dan Rahasianya di blog ini, mohon maaf karena tulisan kali ini bukan update untuk chapter ke 5 hehe. Lalu, ada perihal apa nih sampai muncul postingan baru?

Sebenarnya, di tulisan kali ini akan mirip dengan tulisan “Life Update” sebelumnya, walaupun isi nya mayoritas adalah permohonan maaf karena sudah lama tidak ada update dari serial Anak SMA dan Rahasianya.

Oke, kita masuk ke yang pertama. Permohonan maaf secara resmi (biar keren kayak press conference gitu hehe). Aku minta maaf sebesar-besarnya karena tiba-tiba berhenti update chapter baru. Sebenarnya banyak sekali alasan yang bisa aku buat, tapi alasan terbesarnya adalah karena semester ini kuliahku benar-benar kacau. Kacau di sini bukan hanya merujuk kepada beban tugasnya saja, tetapi juga tingkat kesulitan yang didapat (nanti akan kuceritakan di paragraf-paragraf berikutnya). Intinya, aku benar-benar minta maaf karena tiba-tiba menjadi tidak konsisten. Ditambah, aku juga tidak memberikan kabar apa-apa.

Sebenarnya, aku sempat berpikir untuk membuat pengumuman hiatus sementara (anjay, jadi kayak artist-artist gitu loh). Waktu itu, salah satu temanku menyarankan agar aku selalu mengupdate webnovel ini sebulan sekali, dan alhamdulillah aku mampu melakukan itu sampai bulan keempat (chapter 4). Namun, karena setelah itu aku sudah harus masuk kuliah lagi—dan tentunya lupa untuk menulis kembali—temanku menyarankan agar aku mengumumkan hiatus satu bulan atau semacamnya.

Tapi ya, kuliah sekacau itu sampai-sampai aku saja lupa akan saran temanku. Maksudku, tingkat kesulitan di jurusanku ini—terutama mata kuliah yang aku ambil—benar-benar sulit untuk dinalar. Biarkan aku memberikan satu contoh mata kuliah: Mekanika Kuantum. Wah, dari namanya saja sudah terdengar seperti suatu hal yang orang normal tidak mungkin atau tidak punya waktu untuk mempelajarinya. Kalau aku boleh berikan sedikit ringkasan tentang apa yang dipelajari, intinya mata kuliah ini mempelajari bagaimana cara menebak apakah sesuatu itu ada atau tidak. “Maksudnya bagaimana?” Diam, aku juga tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya kepada banyak orang. Singkatnya, itu adalah ilmu ghaib dalam sains.

Sudahlah, aku tidak ingin terlalu banyak membahas hal menakutkan tersebut karena sekarang—waktu penulisan—sudah dipenghujung semester. Yep, bagi kalian yang penasaran, memang benar aku menulis tulisan ini ditengah-tengah periode ujian akhir semester. Adalah benar bila ada yang berkata aku terlalu nekat, bukannya belajar tetapi malah menulis tulisan ini.

Kau tahu apa? Aku tidak peduli. Asalkan kalian tahu, di hari aku menulis tulisan ini, waktu ujian ku adalah dari pukul 12.30 hingga 15.30, dan ujian di esok hari dimulai dari pukul 7 pagi. Benar, kau tidak salah baca. Artinya, aku hanya memiliki waktu jeda sekitar 15.5 jam untuk belajar. Mungkin diantara kalian akan ada yang berkata, “Ah, itu mah masih lama dong, kan masih di atas 12 jam.” Aku hanya bisa berkata, dikatakan salah juga tidak benar, dikatakan benar juga tidak salah. Namun, kalian harus tahu sesuatu. Kemarin aku baru saja melakukan rutinitas lari ku yang biasa kulakukan 3 kali seminggu dengan jarak 10 KM. Jujur bagiku hal tersebut biasanya tidak memberatkan atau semacamnya. Sayangnya, kali ini aku melakukan kesalahan berpikir dalam menentukan rute lari. Apabila pada biasanya aku berlari melewati tengah kota, dimana kontur jalanannya cukup datar, kali ini aku memilih rute melewati rute dengan elevasi 111 meter. Padahal, esok harinya (hari aku menulis tulisan ini) aku ada ujian yang harus dilakukan. Otomatis waktu tidur ku terpotong dan durasi tubuhku melakukan recovery pun berkurang. Alhasil, hari ini betisku agak sakit untuk digerakkan.

Lalu, bagaimana dengan malam hari ini? Sebenarnya aku bisa saja bergadang sampai besok pagi dan langsung ujian. Tapi, terakhir kali aku melakukan hal tersebut, hasilnya malah semakin buruk. Aku juga bisa saja belajar hingga tengah malam. Akan tetapi, akan muncul resiko besok pagi aku bangun kesiangan. Apakah kalian pernah mendengar five states of grief? Bisa dikatakan, setelah melihat kondisiku saat ini, aku sudah ada di tahap acceptance. Terserah kalian ingin beranggapan seperti apa, tapi inilah yang sudah terjadi.

Akhir kata, aku hanya ingin memberitahu kalian bahwa tenang saja. Serial Anak SMA dan Rahasianya masih akan tetap kulanjutkan, dan rencanaku adalah kembali update secara reguler pada liburan semester kali ini. “Lah tapi kan libur semesternya cuman satu bulan?” Hehe.

Intinya, aku berterima kasih bagi siapapun kalian yang secara sadar maupun tidak membuka blog ini dan membaca tulisan ini, atau bahkan sudah mengikuti serial Anak SMA dan Rahasianya dari awal. Ingatlah, tanpa pembaca, suatu cerita hanya akan menjadi kumpulan huruf dan kata yang tidak bermakna. Sampai bertemu di tulisan selanjutnya.

Adieu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anggaplah Anime Yang Kalian Sebut Sampah Seperti Fast Food

Belakangan ini (atau mungkin sudah semenjak 2015-2016) mulai bermunculan serial anime yang banyak penghuni internet atau para otaku sebut se...