Sabtu, 14 Januari 2023

Ardi - Chapter 2

{Tutorial - Part 2}


Ardi perlahan mundur. Ia tidak bisa diam begitu saja melihat seorang perempuan berjalan perlahan kearahnya sambil memegang sebuah gunting yang sudah berlumuran darah.

 

Perlahan-lahan, tampang perempuan itu mulai terlihat jelas. Ia mengenakan kacamata, rambut serta pakaiannya acak-acakan sekali. Penampilannya tidak jauh berbeda dengan Ardi ketika ia mengurung diri di kamar.

 

Apa mungkin, ia juga selalu mengurung dirinya di kamar? Pikir Ardi. Lalu, Ardi menyadari sesuatu di tangan perempuan itu. Banyak sekali bekas luka sayatan. Tidak salah lagi, keadaan perempuan itu tidak jauh berbeda dengannya.

 

“Uh… Tunggu dulu, aku pikir kita bisa—”

 

“—Diam!”

 

Belum selesai Ardi berbicara, perempuan itu memotong pembicaraan Ardi. Rupanya, perempuan itu tidak mau mendengar apapun dari Ardi.

 

“Kalian… para lelaki sama saja… kalian semua sampah!”

 

Setelah ia mengatakan itu, ia langsung bergerak maju kearah Ardi.

 

Eh? Ada masalah apa ia dengan lelaki?

 

Ardi menyadari gerakan perempuan itu cepat sekali. Lebih cepat dibandingkan gerakan manusia normal.

 

Sial, cepat sekali. Sepertinya ia sangat benci terhadap lelaki.

 

Tiba-tiba saja, perempuan itu sudah berada di depan muka Ardi dan siap menusuknya menggunakan gunting yang ia pegang. Untungnya, Ardi menyadari kemana gunting itu mengarah. Karena itu, ia langsung menghindar secepat mungkin.

Rabu, 11 Januari 2023

Ardi - Chapter 1

{Tutorial - Part 1}


Sore itu, Ardi baru saja keluar dari ruang ujian. Terlihat di wajahnya tampang seseorang yang sepertinya sudah sangat putus asa.

 

Bagaimana tidak, Ardi merasa seperti tidak mengerjakan apapun selama ujian tadi, padahal ujian ini adalah ujian akhir semester dimana nilainya akan menentukan indeks akhir kuliahnya.

 

Sebelum pulang, ia berhenti dulu di salah satu bangku yang ada di kampusnya. Ia duduk di situ sambil merenungi perjalanannya satu semester kemarin.

 

Mungkin terkesan terlalu melebih-lebihkan, tapi bagi Ardi satu semester kemarin adalah waktu terburuk dalam hidupnya.

 

Bagaimana tidak, dalam jangka waktu tersebut, Ardi harus dihadapkan dengan dua pengalaman traumatik yang tidak pernah terbayangkan dalam hidupnya.

 

Tepat beberapa hari sebelum UTS, Ardi mendapatkan pesan dari pacarnya yang berkuliah di kampus yang berbeda kota. Ardi berkuliah di Bandung sementara pacarnya berkuliah di Bogor. Mungkin kalian bertanya mengapa mereka bisa bersama?

 

Itu karena mereka sudah mulai berpacaran semenjak SMA, tepat sekali di tahun pertama SMA mereka karena mereka bersekolah di SMA yang sama.

 

Tapi, pesan yang didapat oleh Ardi pada hari itu merubah segalanya. Pacarnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka karena ia sudah mendapatkan pria lain. Tentu hal ini sangat membuat Ardi jatuh semangat. Bagaimana tidak, mereka sudah bersama lebih dari lima tahun.

 

Namun, kesialan Ardi tidak hanya sampai di situ. Walaupun mereka sudah memutuskan hubungan mereka, pacarnya masih saja terkadang menerornya—mengamati media sosial milik Ardi, dan kadang masih menggoda Ardi. Hingga puncaknya, pada suatu hari ketika mantan Ardi datang ke rumahnya.

 

Saat itu, Ardi tidak berpikir yang aneh-aneh. Mungkin mantannya main ke rumahnya hanya sekedar ingin bertamu dan bertemu orang tuanya. Tapi, Ardi menyesali pikiran naif nya itu. Nyatanya, ketika mantannya bertemu orang tuanya, yang dilakukan oleh mantannya adalah sesuatu yang di luar nalar akal sehat.

Anggaplah Anime Yang Kalian Sebut Sampah Seperti Fast Food

Belakangan ini (atau mungkin sudah semenjak 2015-2016) mulai bermunculan serial anime yang banyak penghuni internet atau para otaku sebut se...