{Tutorial - Part 2}
Ardi perlahan mundur. Ia tidak bisa diam begitu saja melihat seorang perempuan berjalan perlahan kearahnya sambil memegang sebuah gunting yang sudah berlumuran darah.
Perlahan-lahan, tampang perempuan
itu mulai terlihat jelas. Ia mengenakan kacamata, rambut serta pakaiannya
acak-acakan sekali. Penampilannya tidak jauh berbeda dengan Ardi ketika ia
mengurung diri di kamar.
Apa mungkin, ia juga selalu
mengurung dirinya di kamar? Pikir Ardi. Lalu, Ardi menyadari sesuatu di tangan
perempuan itu. Banyak sekali bekas luka sayatan. Tidak salah lagi, keadaan
perempuan itu tidak jauh berbeda dengannya.
“Uh… Tunggu dulu, aku pikir kita
bisa—”
“—Diam!”
Belum selesai Ardi berbicara,
perempuan itu memotong pembicaraan Ardi. Rupanya, perempuan itu tidak mau mendengar
apapun dari Ardi.
“Kalian… para lelaki sama saja…
kalian semua sampah!”
Setelah ia mengatakan itu, ia
langsung bergerak maju kearah Ardi.
Eh? Ada masalah apa ia dengan
lelaki?
Ardi menyadari gerakan perempuan
itu cepat sekali. Lebih cepat dibandingkan gerakan manusia normal.
Sial, cepat sekali. Sepertinya ia
sangat benci terhadap lelaki.
Tiba-tiba saja, perempuan itu sudah berada di depan muka Ardi dan siap menusuknya menggunakan gunting yang ia pegang. Untungnya, Ardi menyadari kemana gunting itu mengarah. Karena itu, ia langsung menghindar secepat mungkin.