Mungkin aku akan berbagi sedikit apa yang aku temui ketika
mencoba untuk menulis karakter seorang anak SMA di dalam cerita. Sedikit latar
belakang, belakangan ini aku memang mencoba untuk kembali ulai menulis cerita.
Ya, cerita-cerita pendek sih bukan cerita yang berat yang akan dijadikan serial
panjang.
Nah, dalam cerita ini, bisa dibilang akan ada
interaksi yang cukup dalam antara karakter utama dan seorang anak SMA. Tentu untuk
membuat bentuk dialog yang natural dan memberikan kesan bahwa dia adalah benar
anak SMA, aku berusaha untuk sedikit riset mengenai penggambaran anak SMA di
dalam karya fiksi.
Memang sih aku pernah SMA, tapi tentu saja kalau kita
ingin memasukkan karakter anak SMA ini ke dalam novel, maka perlu dilakukan
beberapa penyesuaian. Nah, ketemu lah aku dengan salah satu novel referensi
judulnya “Gimai Seikatsu” atau “Days with My Stepsister”.
Awalnya aku kira buku ini akan jadi referensi yang
bagus untuk menulis karakter SMA. Tapi betapa salahnya aku berpikir kayak gitu.
Mungkin karena perbedaan budaya antara Jepang dan Indonesia, jadi ada beberapa
hal yang sekiranya akan sulit diterapkan ke dalam novel ku. Dan yang terlebih
cukup memberatkan adalah PENULISAN KARAKTER SMA ITU RIBET BANGET. Maksudku,
kayak isi pikiran mereka itu terlalu overthink terhadap sesuatu yang sebenernya
ga perlu terlalu dipikirikan.
Kalau ingin coba untuk dijabarkan, bisa dibilang begini.
Apa yang biasanya kita pikir dalam suatu kondisi A >> B, nyatanya bila
kita ingin menulis dalam novel dan memberikan panggung kepada karakter SMA,
maka dia bisa ditulis menjadi A >> C >> D >> B. Intinya akan
lebih banyak turn around.
Walaupun ribet dan aneh seperti itu, ternyata alur
berpikirnya sengaja dibuat seribet itu karena nantinya biasanya akan ada
karakter orang dewasa yang akan mentralisir pikiran seperti itu. Karakter orang
dewasa ini akan menjadi seperti high pass filter/low pass filter dimana dia
akan merapihkan pola pikir karakter SMA yang mungkin terlalu belibet.
Kesimpulannya, dapat dikatakan bahwa memang seninya
ada di penulisan pikiran anak SMA dan cara bagaimana orang dewasa disekitarnya
akan menangani pikiran tersebut.